Maluku Tengah



Pantai Hunimua, Eksotik Tapi Jarang ‘Dilirik’ 
Sebagai negara maritim, Indonesia kaya akan objek wisata pantai. Bila PBB pernah memberikan predikat ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ pada Pulau Komodo, maka pantai Hunimua pernah dinobatkan  sebagai pantai terindah di Indonesia.  Tertarik untuk mengunjunginya? 
Pantai Hunimua, terletak di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah. Itu sebabnya pantai ini juga biasa disebut Pantai Liang.  Apa yang membuat PBB kesengsem pada pantai Liang? Hal itu tidak lepas dari panorama bawah lautnya yang sangat memikat. Bagi anda yang gemar diving (menyelam), bisa menikmati keindahan bawah laut (terutama pada lokasi) 50 meter dari tepi pantai.
Sebetulnya, Jepang pernah berniat mengembangkan wilayah itu. Namun rencana itu tinggal rencana, karena keinginan tersebut  terkendala konflik internal antarmasyarakat Liang. Alhasil Negeri Sakura mengalihkan investasi ke Bunaken. "Masyarakat kita di sini tidak siap. Mereka saling klaim soal tanah sehingga menyebabkan Jepang mengalihkan investasinya ke Bunaken yang masyaratnya lebih siap," kata Wagub Maluku Said Assagaff,.
Jauh dari Kota Ambon
Pantai cantik ini terletak cukup jauh dari Kota Ambon. Perjalanannya berjarak kurang lebih 56 km dan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Cukup banyak jalanan berkelok, namun teraspal dengan bagus. Semakin jauh dari Ambon, semakin sepi perjalanan menuju ke Desa Liang. Jalan pun terlihat lengang.
Berada di pantai yang terletak di Mutiara Hitam ini, Anda akan disuguhi pemandangan hamparan pasir putih dan jernihnya air laut yang berwarna hijau. Sebuah jembatan panjang yang menjorok menjadi spot yang mengasyikan untuk berfoto serta memberi kesempatan Anda untuk menikmati debutan air lebih dekat.
Dengan laut birunya yang jernih berkilau membentuk gradasi dari warna hijau, biru hingga biru tua, dan hamparan pasir putih yang bersih juga halus, di tambah lagi rindangnya pepohonan di pinggir pantai, membuatnya terasa nyaman dan sejuk menambah nilai eksotis dan kesempurnaan Pantai Liang.
Bagi Anda yang menyukai diving (menyelam), Anda bisa menikmati keindahan bawah laut Pantai Liang sekitar 50 meter dari tepi pantai. Walau teriknya matahari dapat membuat kulit menjadi hitam, tapi semua itu dapat tergantikan oleh keindahan bawah laut Pantai Liang yang mempesona.
Keindahan Pantai Liang dengan keaneka ragaman hayati bawah lautnya, secara tidak langsung dapat menyegarkan pikiran kita dan membawa ketenangan.
Yang bisa dinikmati
Sebagai kota dengan gugusan pulau. Kota Ambon memiliki karakteristik khas, sebab sebagian besar wilayahnya terdiri dari perbukitan, pesisir pantai, dan lautan. Alhasil, wisata pantai, wisata bahari, hingga wisata bawah laut, sangat menjanjikan di sini. Apalagi, di daerah yang memiliki wilayah laut yang cukup luas itu, tersimpan beribu-ribu kekayaan alam.
Apa yang bisa dinikmati di objek wisata yang satu ini? Wisata pantai dan bahari itu tentu saja tak lepas dari wisata kuliner yang berbasis ikan. Ikan lalosi bakar menjadi andalan para pedagang di beberapa pantai. Bumbunya yang khas sangat diminati wisatawan.
Musim tenggara yang sedang terjadi saat ini biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah ikan di perairan Maluku. Kepala Balai Konservasi Biota Laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Augy Syahailatua, mengatakan meski cuaca buruk dan sering turun hujan deras, ikan di perairan Maluku justrui sedang banyak-banyaknya," katanya.
Menurut Syahailatua, musim tenggara yang berlangsung antara Juli hingga September di Maluku mengakibatkan lautan menjadi lebih subur dan terjadi fenomena pemijahan dan menetasnya telur berbagai jenis ikan di perairan yang terhubung dengan Laut Banda. "Ikan berkembang biak lebih cepat pada musim ini," katanya.
Ia mengungkapkan, fenomena pemijahan ikan bisa dibuktikan dengan adanya kegiatan penangkapan telur ikan terbang yang saat ini sedang dilakukan oleh nelayan di Laut Aru, Maluku Tenggara dan Fak-fak yang menjadi bagian dari Laut Banda.
Dijelaskan, musim saat ni yang dikenal masyarakat Maluku sebagai musim timur berasal dari angin yang bertiup dari arah tenggara Maluku ke sebelah barat, sehingga mendorong massa air permukaan Laut Banda menuju ke Laut Flores dan Laut Jawa. Kejadian ini mengakibatkan naiknya massa air bagian bawah Laut Banda ke permukaan yang dikenal dengan peristiwa upwelling. "Peristiwa ini membawa unsur hara, fosfat dan nitrat yang menyuburkan perairan," ujarnya.
Dengan suburnya perairan, plankton sebagai makanan ikan lebih cepat besar dan berbagai spesies ikan di lautan pun berkembang biak lebih cepat. "Biasanya kalau ikan kecil banyak, maka ikan besar pun akan datang," katanya.
Ia menambahkan, pada musim tenggara maka nelayan yang menggunakan perahu tradisional akan kesulitan melakukan aktivitas penangkapan ikan, karena sering terjadi gelombang laut yang bisa mencapai enam meter. "Mungkin karena sedikitnya operasi penangkapan ikan, maka saat musim tenggara harga ikan di pasaran cenderung lebih mahal," kata Augy Syahailatua.
O ya, bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Pantai Liang di malam hari, bisa menginap di salah satu pondok penginapan yang dekat sekali ke pantai. Bagi yang berkantong tebal, tersedia pula sejumlah hotel berbintang, seperti Hotel Amans, Aston Natsepa, dan Swiss Bellhotel. ins, berbagai sumber
Tentang Pantai Liang/Hunimua
-Pernah mendapat predikat dari PBB sebagai Pantai Terindah di Indonesia
- Keindahan pantai Liang tidak lepas dari gradasi warna air lautnya. Dari jauh biru, kemudian toska dan hijau.
-Ada jembatan panjang yang menjorok ke laut
- Wisata kuliner andalannya berbasis ikan, terutama ikan lalosi. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Maluku Tengah

Posted by on | |


Pantai Hunimua, Eksotik Tapi Jarang ‘Dilirik’ 
Sebagai negara maritim, Indonesia kaya akan objek wisata pantai. Bila PBB pernah memberikan predikat ‘Tujuh Keajaiban Dunia’ pada Pulau Komodo, maka pantai Hunimua pernah dinobatkan  sebagai pantai terindah di Indonesia.  Tertarik untuk mengunjunginya? 
Pantai Hunimua, terletak di Desa Liang, Kabupaten Maluku Tengah. Itu sebabnya pantai ini juga biasa disebut Pantai Liang.  Apa yang membuat PBB kesengsem pada pantai Liang? Hal itu tidak lepas dari panorama bawah lautnya yang sangat memikat. Bagi anda yang gemar diving (menyelam), bisa menikmati keindahan bawah laut (terutama pada lokasi) 50 meter dari tepi pantai.
Sebetulnya, Jepang pernah berniat mengembangkan wilayah itu. Namun rencana itu tinggal rencana, karena keinginan tersebut  terkendala konflik internal antarmasyarakat Liang. Alhasil Negeri Sakura mengalihkan investasi ke Bunaken. "Masyarakat kita di sini tidak siap. Mereka saling klaim soal tanah sehingga menyebabkan Jepang mengalihkan investasinya ke Bunaken yang masyaratnya lebih siap," kata Wagub Maluku Said Assagaff,.
Jauh dari Kota Ambon
Pantai cantik ini terletak cukup jauh dari Kota Ambon. Perjalanannya berjarak kurang lebih 56 km dan memakan waktu sekitar 1,5 jam. Cukup banyak jalanan berkelok, namun teraspal dengan bagus. Semakin jauh dari Ambon, semakin sepi perjalanan menuju ke Desa Liang. Jalan pun terlihat lengang.
Berada di pantai yang terletak di Mutiara Hitam ini, Anda akan disuguhi pemandangan hamparan pasir putih dan jernihnya air laut yang berwarna hijau. Sebuah jembatan panjang yang menjorok menjadi spot yang mengasyikan untuk berfoto serta memberi kesempatan Anda untuk menikmati debutan air lebih dekat.
Dengan laut birunya yang jernih berkilau membentuk gradasi dari warna hijau, biru hingga biru tua, dan hamparan pasir putih yang bersih juga halus, di tambah lagi rindangnya pepohonan di pinggir pantai, membuatnya terasa nyaman dan sejuk menambah nilai eksotis dan kesempurnaan Pantai Liang.
Bagi Anda yang menyukai diving (menyelam), Anda bisa menikmati keindahan bawah laut Pantai Liang sekitar 50 meter dari tepi pantai. Walau teriknya matahari dapat membuat kulit menjadi hitam, tapi semua itu dapat tergantikan oleh keindahan bawah laut Pantai Liang yang mempesona.
Keindahan Pantai Liang dengan keaneka ragaman hayati bawah lautnya, secara tidak langsung dapat menyegarkan pikiran kita dan membawa ketenangan.
Yang bisa dinikmati
Sebagai kota dengan gugusan pulau. Kota Ambon memiliki karakteristik khas, sebab sebagian besar wilayahnya terdiri dari perbukitan, pesisir pantai, dan lautan. Alhasil, wisata pantai, wisata bahari, hingga wisata bawah laut, sangat menjanjikan di sini. Apalagi, di daerah yang memiliki wilayah laut yang cukup luas itu, tersimpan beribu-ribu kekayaan alam.
Apa yang bisa dinikmati di objek wisata yang satu ini? Wisata pantai dan bahari itu tentu saja tak lepas dari wisata kuliner yang berbasis ikan. Ikan lalosi bakar menjadi andalan para pedagang di beberapa pantai. Bumbunya yang khas sangat diminati wisatawan.
Musim tenggara yang sedang terjadi saat ini biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya jumlah ikan di perairan Maluku. Kepala Balai Konservasi Biota Laut Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Augy Syahailatua, mengatakan meski cuaca buruk dan sering turun hujan deras, ikan di perairan Maluku justrui sedang banyak-banyaknya," katanya.
Menurut Syahailatua, musim tenggara yang berlangsung antara Juli hingga September di Maluku mengakibatkan lautan menjadi lebih subur dan terjadi fenomena pemijahan dan menetasnya telur berbagai jenis ikan di perairan yang terhubung dengan Laut Banda. "Ikan berkembang biak lebih cepat pada musim ini," katanya.
Ia mengungkapkan, fenomena pemijahan ikan bisa dibuktikan dengan adanya kegiatan penangkapan telur ikan terbang yang saat ini sedang dilakukan oleh nelayan di Laut Aru, Maluku Tenggara dan Fak-fak yang menjadi bagian dari Laut Banda.
Dijelaskan, musim saat ni yang dikenal masyarakat Maluku sebagai musim timur berasal dari angin yang bertiup dari arah tenggara Maluku ke sebelah barat, sehingga mendorong massa air permukaan Laut Banda menuju ke Laut Flores dan Laut Jawa. Kejadian ini mengakibatkan naiknya massa air bagian bawah Laut Banda ke permukaan yang dikenal dengan peristiwa upwelling. "Peristiwa ini membawa unsur hara, fosfat dan nitrat yang menyuburkan perairan," ujarnya.
Dengan suburnya perairan, plankton sebagai makanan ikan lebih cepat besar dan berbagai spesies ikan di lautan pun berkembang biak lebih cepat. "Biasanya kalau ikan kecil banyak, maka ikan besar pun akan datang," katanya.
Ia menambahkan, pada musim tenggara maka nelayan yang menggunakan perahu tradisional akan kesulitan melakukan aktivitas penangkapan ikan, karena sering terjadi gelombang laut yang bisa mencapai enam meter. "Mungkin karena sedikitnya operasi penangkapan ikan, maka saat musim tenggara harga ikan di pasaran cenderung lebih mahal," kata Augy Syahailatua.
O ya, bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana Pantai Liang di malam hari, bisa menginap di salah satu pondok penginapan yang dekat sekali ke pantai. Bagi yang berkantong tebal, tersedia pula sejumlah hotel berbintang, seperti Hotel Amans, Aston Natsepa, dan Swiss Bellhotel. ins, berbagai sumber
Tentang Pantai Liang/Hunimua
-Pernah mendapat predikat dari PBB sebagai Pantai Terindah di Indonesia
- Keindahan pantai Liang tidak lepas dari gradasi warna air lautnya. Dari jauh biru, kemudian toska dan hijau.
-Ada jembatan panjang yang menjorok ke laut
- Wisata kuliner andalannya berbasis ikan, terutama ikan lalosi. 

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

About Me

Foto Saya
chityrohhma
.jika ingin menjadi seseorang yang berharga lakukan semua dari diri mu sendiri.. .enjoy yourself guys =)
Lihat profil lengkapku

alexa

pengunjung

Map

Flag

free counters

bloguez.com

daftar isi

Followers

Search

Memuat...

5 ARTIKEL POPULER

Labels